Mewarnai Gambar Dongeng Semut dan Belalang

Kita akan selalu dapat menggali kebaikan dari suatu kisah atau dongeng.  Seperti kisah Dongeng Kisah Ulat Yang Sombong  yang kita bahas beberapa waktu lalu, mengingatkan kita pada  akan pentingnya saling menolong dan sikap untuk tidak merendahkan orang lain. Tentu untuk menyampaikan pesan – pesan seperti ini kita menggunakan bahasa yang bisa dipahami oleh anak – anak.

Kali ini kita akan menyampaikan kisah Semut dan Belalang. Dua ekor binatang kecil yang sangat populer dan cukup dikenal oleh anak – anak. Sehingga ketika nanti mereka mewarnai gambar – gambar tokoh cerita, mereka sudah memiliki gambaran meskipun tanpa dijelaskan terlebih dahulu.

Dongeng Semut dan Belalang

Di musim panas yang hangat dan cerah sedikit menggoda Belalang untuk memainkan biola kesayangan sambil bernyanyi dan menari. Hampir setiap harinya itulah yang dilakukan belalang. Ia tidak terpikir untuk melakukan aktifitas lainnya seperti bekerja atau bersiap untuk mengumpulkan bekal musim dingin.

Sedikit pun tidak pernah terlintas dalam benak belalang bahwa musim panas yang sedang dinikmatinya sekarang sudah akan berakhir. Musim panas yang membuatnya ceria sudah akan berganti ke musim dingin, dimana hujan akan turun dengan lebat disertai suhu udara yang sangat rendah.

Disaat belalang sedang asiknya bermain biola, dia melihat semut yang sedang giat melewati rumahnya. Belalang yang masih riang tersebut ingin mengajak semut bermain bersama dan semut pun diundangnya untuk bersenang-senang ke kediaman belalang.

Tak disangka belalang ternyata semut menolak undangan belalang dengan santun, semut berkata pada belalang,

“Maaf Belalang, aku masih ingin bekerja untuk bekal di musim dingin. Aku harus mengumpulkan cadangan makanan yang banyak serta memperbaiki tempat tinggal agar lebih hangat.”

“Berhentilah memikirkan hal yang tidak penting semut, mari kita bernyanyi dan bersenang-senang, ayolah nikmati hidup kita”, Sanggah belalang. Belalang pun masih dengan kebiasaannya untuk bersenang-senang tanpa memikirkan apapun.

Tidak disangka musim panas berakhir jauh lebih cepat dari pada biasanya. Belalang yang terbiasa gembira lantas panik bukan main. Ia tidak memiliki persediaan makanan yang cukup ditambah rumahnya yang rusak dan tidak layak huni karena diterjang badai.

Dengan harapan tinggi dan lunglai belalang menuju rumah semut dan meminta bantuan untuk diperbolehkan tinggal bersama dan meminta makan. Mendengar permohonan tersebut semut menjawab, “Maafkan aku belalang aku tidak bisa membantumu, rumahku terlalu sempit untukmu, dan bekalku hanya cukup untuk keluargaku saja”.

Belalang akhirnya pun meninggalkan rumah semut dengan rasa menyesal dan sedih. Dalam hati ia bergumam, “Andai saja aku mengikuti nasihat semut saat itu untuk bekerja keras, pasti saat ini aku bisa kenyang dan tidur nyenyak di dalam rumah”.

Penyesalan selalu berada di ujung. Belalang yang tidak mau bersiap diri dan segera memperbaiki rumahnya saat masih ada waktu akhirnya harus menyesal ketika musim hujan tiba.

gambar semut01

gambar semut02 gambar belalang 01

gambar belalang 02

Sekarang anak – anak bisa mewarnai dua ekor binatang yang menjadi tokoh dalam dongeng yang bagus ini. Anda bisa menunjukkan beberapa contoh gambar semut dan belaalang pada anak – anak, dan biarkan mereka memilih binatang apa yang akan dijadikan obyek mewarnai.

Selamat mewarani, Salam Warna Warni Indonesia.

Leave a Reply